Kegiatan ekstrakurikuler catur yang rutin digelar setiap hari Sabtu kembali berlangsung dengan antusiasme tinggi. Pada pertemuan kali ini, fokus latihan diarahkan pada pemahaman salah satu aturan unik dalam catur, yakni taktik en passant, yang kerap membingungkan pemain pemula.
Dalam sesi pelatihan, para anggota diperkenalkan pada sejarah singkat en passant, sebuah aturan yang telah menjadi bagian resmi permainan catur sejak berabad-abad lalu. Aturan ini muncul sebagai solusi untuk menjaga keseimbangan permainan, khususnya setelah diperkenalkannya langkah awal dua petak pada bidak.
Selain aspek historis, pembina juga menjelaskan secara teknis cara melakukan en passant. Para siswa mempelajari bahwa langkah ini hanya dapat dilakukan ketika bidak lawan melangkah dua petak dari posisi awal dan berhenti sejajar dengan bidak sendiri. Dalam kondisi tersebut, bidak dapat “memakan sambil lalu” seolah-olah lawan hanya melangkah satu petak—namun kesempatan ini harus diambil segera pada giliran berikutnya.
Suasana latihan terlihat serius, tetapi tetap menyenangkan. Para siswa tampak fokus memperhatikan papan catur, sesekali diselingi tawa ketika ada yang terlambat menyadari peluang en passant. Latihan simulasi pun menjadi momen penting bagi mereka untuk memahami kapan waktu yang tepat menggunakan taktik ini dalam pertandingan.

.jpeg)
Komentar
Posting Komentar